Taurat

TAURAT

Di dalam Taurat Perjanjian Lama terdapat lebih dari enam ratus hukum, tepatnya diperinci dalam 613 perintah yang diberi istilah 613 Mitsvot. Diharapkan agar orang-orang Israel menaatinya sebagai bukti kesetiaan mereka kepada Allah. Hanya empat di antara tiga puluh sembilan kitab Perjanjian Lama berisi hukum-hukum ini: Keluaran, Imamat, Bilangan, dan Ulangan. Walaupun ada banyak materi lain dalam setiap buku ini di samping daftar hukum-hukum ini, kitab-kitab ini masih disebut sebagai kitab taurat. Kitab Kejadian, yang tidak berisi suatu perintah pun yang dipandang sebagai bagian dari sistem hukum Israel, secara tradisional disebut kitab taurat juga. Jadi, kita dapat mulai mengerti dengan segera bahwa tidak ada persesuaian yang tepat di antara apa yang kita sebut hukum taurat ( תורה – TORAH) dan apa yang oleh Perjanjian Lama disebut kitab-kitab taurat ( ספר התורה – SEFER HATORAH).

Hal selanjutnya yang menyulitkan gambaran bagi kebanyakan orang Kristen ialah bahwa kadang-kadang kelima kitab yang pertama di Perjanjian Lama, yaitu Kejadian sampai Ulangan, disebut sebagai satu kitab. Misalnya, sesudah kematian Musa, Yosua mendorong umat Israel agar tetap setia kepada Tuhan Allah mereka.

* Yosua 1:8
LAI TB, Janganlah engkau lupa memperkatakan kitab Taurat ini, tetapi renungkanlah itu siang dan malam, supaya engkau bertindak hati-hati sesuai dengan segala yang tertulis di dalamnya, sebab dengan demikian perjalananmu akan berhasil dan engkau akan beruntung.
KJV, This book of the law shall not depart out of thy mouth; but thou shalt meditate therein day and night, that thou mayest observe to do according to all that is written therein: for then thou shalt make thy way prosperous, and then thou shalt have good success.

Lagi pula, di dalam Perjanjian Baru, kadang-kadang Taurat disebut dalam suatu cara yang menjelaskan bahwa yang sebenarnya dimaksudkan adalah seluruh Perjanjian Lama, karena fungsi kebanyakan kitab Perjanjian Lama umumnya adalah menjelaskan dan menerapkan Taurat yang terdapat dalam Pentateukh.

Akan tetapi, dalam kebanyakan contoh bila Taurat disebut di dalam Alkitab, itu berarti kumpulan materi yang mulai dari Keluaran 20 dan terus sampai ke akhir kitab Ulangan. Bahkan dengan melihat sepintas lalu pada bagian alkitab ini dengan segera kita akan mengetahui bahwa tidak semua yang ada di situ berbentuk perintah. Tetapi mayoritas dari isi dalam Keluaran 20 hingga Ulangan 33 adalah perumusan hukum dan itu sebabnya kita menyebutnya hukum taurat Perjanjian Lama.

Persoalan yang paling sulit bagi kebanyakan orang Kristen berkenaan dengan perintah-perintah ini adalah persoalan hermeneutis, bagaimana perumusan hukum ini berlaku untuk kita, atau adakah itu berlaku untuk kita? Oleh karena hal ini penting sekali, maka kita memulai tulisan ini dengan beberapa pengamatan tentang orang-orang Kristen dan Taurat (hukum-hukum), yang sebaliknya akan membantu dalam pembahasan eksegetis.

I. ORANG KRISTEN DAN TAURAT PERJANJIAN LAMA

Jikalau Anda seorang Kristen, apakah Anda diharapkan untuk menaati hukum taurat Perjanjian Lama? Jika memang demikian, bagaimana mungkin Anda dapat membersembahkan korban seperti daging binatang (Imamat 1 – 5)? Sebenarnya, jika Anda membunuh dan membakar binatang seperti yang dipaparkan dalam Perjanjian Lama, mungkin Anda akan ditahan karena kekejaman terhadap hewan! Tetapi jika Anda tidak lagi diharapkan untuk menaati taurat Perjanjian Lama, mengapa Yesus mengatakan, “Sesungguhnya selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu iota atau satu titikpun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi” (Matius 5:18)? Pertanyaan ini memerlukan jawaban, suatu jawaban yang menuntut kita melihat cara taurat Perjanjian Lama. Apakah masih merupakan tanggung jawab yang diwajibkan pada orang Kristen, yaitu cara-cara kita masih diwajibkan untuk menaati setiap atau semua perintah dalam Keluaran 20 hingga Ulangan 33?.

Ada enam garis pedoman awal yang disarankan untuk mengerti hubungan orang Kristen dengan taurat Perjanjian Lama. Garis-garis pedoman itu sendiri dimaksudkan untuk membantu kita menyesuaikan diri ke arah penghargaan yang semestinya terhadap Taurat.

1. TAURAT PERJANJIAN LAMA ADALAH SUATU PERJANJIAN (COVENANT)

Suatu perjanjian adalah suatu kontrak yang mengingat di antara dua pihak, yang keduanya mempunyai kewajiban-kewajiban yang ditetapkan di dalam perjanjian itu. Dalam masa Perjanjian Lama, banyak perjanjian termasuk jenis yang disebut perjanjian kekuasaan raja. Perjanjian-perjanjian itu diberikan dengan murah hati oleh seorang raja atau maharaja yang berkuasa kepada pengikut atau hamba yang lebih lemah dan yang bergantung padanya. Perjanjian itu menjamin keuntungan dan perlindungan bagi hamba itu. Tetapi, sebaliknya, hamba itu wajib untuk setia hanya kepada rajanya itu, dengan peringatan bahwa setiap ketidaksetiaan akan mendatangkan hukuman seperti yang dicantumkan dalam perjanjian itu. Bagaimana hamba itu menunjukkan kesetiaannya? Dengan mengamalkan ketentuan-ketentuan – peraturan perilaku – yang ditetapkan dalam perjanjian itu. Selama hamba itu tetap melaksanakan peraturannya, raja itu tahu bahwa hamba itu setia. Akan tetapi, bila peraturan itu dilanggar, maka raja itu dituntut oleh perjanjian tersebut untuk mengambil tindakan menghukum hamba itu.

Allah membentuk taurat Perjanjian Lama atas kiasan perjanjian-perjanjian kuno itu dan dengan demikian membentuk suatu kontrak yang mengingat di antara Tuhan dan hamba-Nya Israel. Sebagai imbalan bagi berbagai keuntungan dan perlindungan, Israel harus menaati lebih dari enam ratus peraturan itu – yaitu perintah-perintah – yang terdapat dalam hukum perjanjian yang kita temukan dalam Keluaran 20 hingga Ulangan 33.

2. PERJANJIAN LAMA BUKAN WASIAT KITA

Wasiat adalah istilah lain bagi perjanjian. Wasiat Lama mewakili suatu perjanjian lama, yang tidak perlu kita laksanakan lagi. Karena itu kita hampir tidak bisa mulai dengan menganggap bahwa Perjanjian Lama itu harus dengan otomatis mengikat kita. Sebenarnya, kita harus menganggap bahwa tidak satu pun dari ketentuannya (hukum) mengingat kita kecuali hukum-hukum itu dibaharui dalam Perjanjian Baru. Yaitu, kecuali suatu hukum Perjanjian Lama entah bagaimana dinyatakan kembali atau dikuatkan kembali dalam Perjanjian Baru, maka itu tidak lagi secara langsung mengingat umat Allah.

* Roma 6:14-15,
6:14 LAI TB, Sebab kamu tidak akan dikuasai lagi oleh dosa, karena kamu tidak berada di bawah hukum Taurat, tetapi di bawah kasih karunia.
KJV, For sin shall not have dominion over you: for ye are not under the law, but under grace.

3. JELASLAH, ADA BEBERAPA KETENTUAN PERJANJIAN LAMA YANG TIDAK DIBAHARUI DALAM PERJANJIAN BARU

Suatu ulasan yang lengkap mengenai kategori-kategori hukum Perjanjian Lama memerlukan satu buku tersendiri, namun ada kemungkinan untuk mengelompokkan bersama-sama sebagian besar hukum Pentateukh ke dalam dua kategori besar, yang keduanya tidak lagi berlaku bagi orang Kristen, yaitu:

[1] hukum perdata bangsa Israel, dan
[2] hukum keagamaan Israel.

Hukum perdata itulah yang menetapkan hukuman untuk berbagai kejahatan (besar dan kecil) yang dapat mengakibatkan seorang ditahan dan diadili di Israel. Hukum-hukum itu hanya berlaku untuk warganegara Israel zaman kuno, dan tak seorang pun yang hidup pada masa kini menjadi warganegara Israel kuno.

Hukum keagamaan merupakan bagian terbesar dari taurat Perjanjian Lama, dan terdapat di seluruh kitab Imamat dan juga di banyak bagian kitab Keluaran, Bilangan, dan Ulangan. Hukum-hukum ini memberitahukan kepada umat Israel bagaimana menjalankan praktek penyembahan, merincikan segala sesuatu dari rancangan peralatan penyembahan, tanggung jawab para imam, jenis binatang yang akan dipersembahkan dan bagaimana mempersembahkannya. Pengorbanan (upacara penyembelihan, memasak, dan memakan) binatang merupakan bagian utama dari cara penyembahan kepada Allah dalam Perjanjian Lama.

* Ibrani 9:22
LAI TB, “Dan hampir segala sesuatu disucikan menurut hukum Taurat dengan darah, dan tanpa penumpahan darah tidak ada pengampunan.”
KJV, And almost all things are by the law purged with blood; and without shedding of blood is no remission.

Akan tetapi setelah korban Yesus yang berlaku sekali untuk selama-lamanya itu diselesaikan, maka pendekatan Perjanjian lama segera ketinggalan zaman. Korban binatang tidak lagi terdapat dalam praktek Kristen, walaupun penyembahan – dengan cara Perjanjian Baru – berlangsung terus. Karena kematian Kristus di atas kayu salib telah MEMBATALKAN Taurat :

* Efesus 2:15
LAI TB, “sebab dengan mati-Nya sebagai manusia IA TELAH MEMBATALKAN HUKUM TAURAT dengan segala perintah dan ketentuannya, untuk menciptakan keduanya menjadi satu manusia baru di dalam diri-Nya, dan dengan itu mengadakan damai sejahtera,
KJV, Having abolished in his flesh the enmity, even the law of commandments contained in ordinances; for to make in himself of twain one new man, so making peace;

4. PERJANJIAN LAMA DIPERBARUI DALAM PERJANJIAN BARU.

Bagian mana yang dimaksudkan? Apakah hanya beberapa segi dari hukum etika Perjanjian Lama? Adakah yang masih berlaku dalam Perjanjian Baru sebagai sesuatu yang berlaku bagi orang-orang Kristen?

Tuhan Yesus telah meletakkan dasar Hukum yang baru, yang kita kenal dengan HUKUM KASIH :

Tuhan Yesus Yesus Kristus memberikan hukum baru yang berpijak dari hukum-hukum yang pernah berlaku, namun ia mereformulasikan hukum itu kepada pelaksaaan yang menuju kepada suatu kebenaran yang melampaui kebenaran para ahli Taurat dan orang Farisi, yang walaupun dengan sangat teliti menaati Perjanjian Lama, namun mereka tidak mengenal hakikat dasar untuk apa hukum itu diberikan; mereka hanya melaksanakan hanya sebatas ibadah agamawi yang kasat mata.

5. SEMUA HUKUM PERJANJIAN LAMA MASIH MERUPAKAN FIRMAN ALLAH BAGI KITA, WALAUPUN HUKUM ITU TIDAK LAGI MERUPAKAN PERINTAH ALLAH BAGI KITA

Di dalam Alkitab terdapat beragam perintah yang Allah mau kita ketahui, yang secara tidak langsung ditujukan kepada kita secara pribadi. Sebagai contoh terdapat dalam ayat di bawah ini:

* Matius 11:4
LAI TB, Yesus menjawab mereka: “Pergilah dan katakanlah kepada Yohanes apa yang kamu dengar dan kamu lihat:”
KJV, Jesus answered and said unto them, Go and shew John again those things which ye do hear and see:

Orang-orang yang mula-mula mendengar perintah itu adalah murid-murid Yohanes Pembaptis. Kita membaca tentang perintah itu, dan perintah itu bukan untuk kita. Demikian pula orang-orang yang mula-mula mendengarkan hukum Perjanjian Lama, adalah orang Israel zaman lampau. Kita membaca tentang taurat itu; itu bukanlah taurat bagi kita.

6. HANYALAH BAGIAN YANG DENGAN TEGAS DIBAHARUI DARI TAURAT PERJANJIAN LAMA DAPAT DIANGGAP SEBAGAI BAGIAN DARI “HUKUM KRISTUS” DI PERJANJIAN BARU

* Galatia 6:2
LAI TB, Bertolong-tolonganlah menanggung bebanmu! Demikianlah kamu memenuhi hukum Kristus.
KJV, Bear ye one another’s burdens, and so fulfil the law of Christ.

Tidak ada hukum Perjanjian Lama lainnya yang dapat dibuktikan masih tetap berlaku untuk orang Kristen, meski demikian, firman Allah yang tertulis dalam Perjanjian Lama masih berharga sekali bagi orang Kristen sebagai pengetahuan dasar dalam memahani Hukum Kristus dalam Perjanjian Baru.

sumber : http://www.sarapanpagi.org

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: