Dari Musuh Menjadi Anak

Setiap manusia normal tidak menginginkan permusuhan atau peperangan. Permusuhan atau peperangan menyebabkan manusia senantiasa tinggal dalam ketakutan. Manusia terpenjara oleh rasa takut akan pehghakiman dari musuhnya. Apalagi kalau musuhnya sangat kuat dan tidak mungkin terkalahkan.

Manusia yang berdosa pada dasarnya adalah musuh Allah :

Juga kamu yang dahulu hidup jauh dari Allah dan yang memusuhi-Nya dalam hati dan pikiran seperti yang nyata dari perbuatanmu yang jahat,  (Kolose 1:21)

Sebab jikalau kita, ketika masih seteru, diperdamaikan dengan Allah oleh kematian Anak-Nya, lebih-lebih kita, yang sekarang telah diperdamaikan, pasti akan diselamatkan oleh hidup-Nya! (Roma 5:10)

Mengerikan sekali menjadi musuh atau seteru Allah !!!! Tidak ada tempat untuk melarikan diri. Tidak ada tempat untuk sembunyi. Kemanapun manusia pergi, tidaklah mungkin bersembunyi dari Allah.  Akibatnya, manusia dikejar-kejar rasa takut akan maut seumur hidupnya.

 “Dan supaya dengan jalan demikian Ia membebaskan mereka yang seumur hidupnya berada dalam perhambaan oleh karena takutnya kepada maut.” (Ibrani 2:15)

Untuk berdamai, biasanya mereka yang bersalah-lah harus membayar biaya perdamaian. Pihak yang dianggap salah harus membayar harga sebuah perdamaian. Lalu kalau menjadi musuh Allah,  atau memusuhi Allah…apa yang harus dibayar? Sanggupkah manusia membayarnya? Tidak ada seorangpun yang sanggup membayar biaya perdamaian dengan Allah.

Tidak seorangpun dapat membebaskan dirinya, atau memberikan tebusan kepada Allah ganti nyawanya, karena terlalu mahal harga pembebasan nyawanya, dan tidak memadai untuk selama-lamanya. (Mazmur 49:6-7)

Lalu bagaimana caranya supaya kita diperdamaikan dengan Allah ? Inilah kasih karunia Allah yang melampaui segala akal sehat. Allah sendiri yang membayar harga pendamaian manusia berdosa dengan diri-Nya. Bapa mengorbankan anak-Nya yang tunggal untuk mendamaikan kita dengan Dia.

sekarang diperdamaikan-Nya, di dalam tubuh jasmani Kristus oleh kematian-Nya, untuk menempatkan kamu kudus dan tak bercela dan tak bercacat di hadapan-Nya. (kolose 1:22)

Karena Kasih karunia-Nya, kita tidak hanya diperdamaikan dengan Allah. Kita tidak hanya diampuni dan dibenarkan. Tetapi lebih dari itu, kita diangkat menjadi anak-anak Allah !!!! Wow semula musuh, sekarang anak !!!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: