Tanya Jawab Serputar Persepuluhan

  1. Apakah persepuluhan alkitabiah (sesuai firman Tuhan dalam Alkitab) ?

Ya, Alkitab mencatat tentang persepuluhan, tetapi tidak semua yang tercatat dalam akitab berlaku untuk kita. Misalnya tentang kewajiban  mempersembahkan korban, sudah tidak berlaku lagi. Termasuk kewajiban persepuluhan sudah tidak berlaku bagi orang-orang yang hidup dalam perjanjian baru.

  1. Apakah persepuluhan berlaku juga untuk orang-orang Kirsten ?

Tidak. Persepuluhan secara spesifik hanya berlaku untuk orang-orang Israel (dibawah hukum taurat). Tuhan yang memerintahkan orang Israel untuk memberikan persepuluhan.

  1. Ketika Abraham memberikan sepuluh persen hasil jararahan kepada Melkisedek hukum taurat belum berlaku. Apakah kita juga harus memberi persepuluhan seperti Abraham ?

Abraham memberikan persepuluhan bukan karena perintah Tuhan, seperti orang Israel diperintahkan Tuhan. Abraham memberikan dengan sukarela. Bahkan, Alkitab mencatat Abraham hanya satu kali saja memberikan persepuluhan selama hidupnya.  Kalau kita meniru Abraham, berarti cukup satu kali saja seumur hidup memberi persepuluhan.

  1. Berapa persen persepuluhan yang diwajibkan bagi orang Israel ?

23,3 persen, BUKAN 10 PERSEN !

  1. Kalau kewajiban persepuluhan bangsa Israel 23,3%, berapa persepuluhan yang harus kita bayar?

Kalau kita dibawah taurat kita seharusnya menyerahkan 23,3%, namun kita ada dibawah perjanjian baru, persembahan dilakukan dengan sukarela. Tidak ada patokan berapa persen dari penghasilan. Segenap hidup kita 100% milik Allah, bukan 10% !. Oleh karena itu, untuk menentukan berapa persen yang harus dipersembahkan sepenuhnya tergantung hubungan kita dengan Roh Kudus.  Mintalah pimpinan Roh Kudus.

  1. Apakah tujuan persepuluhan pada masa perjanjian lama (taurat) ?
  • Persepuluhan hasil dari tanah untuk men-support orang-orang Lewi yang tidak memiliki warisan di Kanaan. Imamat 27:30-33
  • Persepuluhan dari hasil tanah untuk mensponsori perayaan-perayaan keagamaan di Yerusalem. Ulangan 14:22-27
  • Persepuluhan dari hasil tanah yang dikumpulkan setiap tiga tahun untuk orang- orang Lewi lokal, yatim piatu, orang asing dan janda-janda. Ulangan 14:28-29

Jadi, kalau mau melakukan persepuluhan seperti orang Israel, setiap bukan kita wajib membayar 20 persen dari penghasilan kita, dan setiap 3 tahun kita menambah 10 persen lagi (23,3%)

  1. Apakah Tuhan Yesus mengajarkan murid-murid untuk memberikan persepuluhan ?

Alkitab tidak mencatat sekalipun Tuhan Yesus mengajarkan murid-murid untuk memberikan persepuluhan

  1. Bagaimana dengan kisah di dalam Matius 23:23 ?

Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, sebab persepuluhan dari selasih, adas manis dan jintan kamu bayar, tetapi yang terpenting dalam hukum Taurat kamu abaikan, yaitu: keadilan dan belas kasihan dan kesetiaan. Yang satu harus dilakukan dan yang lain jangan diabaikan.

Dalam Ayat tersebut Yesus sedang menegur ahli taurat dan orang Farisi karena mereka sangat ketat dengan persepuluhan tetapi mengabaikan keadilan dan belas kasihan.

  1. Apakah jemaat pada masa gereja mula-mula dalam Kisah Para Rasul memberikan persepuluhan ?

Dalam Kisah Para Rasul dan Surat-surat Paulus, tidak dicatat jemaat memberi persepuluhan dan tidak ada perintah untuk membayar persepuluhan.

  1. Bagaimana dengan persepuluhan dalam kitab Ibrani 7 ?

Kitab Ibrani adalah surat kepada jemaat yang punya latar belakang Yahudi, dan berisi perbandingan antara keimamatan perjanjian lama dan keimamatan perjanjian baru.  Dalam pasal 7 tidak dibahas sama sekali tentang kewajiban orang-orang dalam perjanjian baru untuk membayar persepuluhan.

  1. Bagaimana dengan persepuluhan yang dibahas dalam Maleakhi 3 ?

Kitab Maleakhi dituliskan setelah bangsa Isreal pulang dari pembuangan, dan mereka disibukkan dengan pekerjaan untuk membangun rumah masing-masing dan melupakan kewajiban membayar persepuluhan, sehingga berdampak pada terlantarnya para janda, yatim piatu dan orang miskin. Allah sudah menetapkan sebagian dari persepuluhan untuk mengurus para janda, yatim piatu dan orang miskin, namun orang Israel mengabaikannya. Sama saja dengan mengambil hak mereka, dan secara tidak langsung mengambil milik Allah.

  1. Apakah gereja mula-mula mempraktekan persepuluhan ?

Sampai dengan 2 abad  gereja mula-mula tidak mempraktek-kan persepuluhan. Cyprian (200-258) adalah orang Kristen pertama yang menulis tentang praktek dukungan keuangan terhadap kependetaan. Dia berargumentasi bahwa imam-imam Lewi-lah yang di dukung oleh persepuluhan, maka kependetaan Kristen akan di dukung juga oleh persepuluhan tetapi sesungguhnya ini merupakan kesalahan pemikiran

300 tahun setelah KRISTUS, beberapa pemimpin Kristen mulai mendukung pandangan mengenai persepuluhan sebagai sebuah praktek Kekristenan untuk mendukung kaum clergi (kependetaan) tetapi ini pun tidak tersebar luas di antara orang-orang Kristen sampai abad ke-delapan

  1. Bagaimana praktek persepuluhan setelah abad ke delapan ?

Pemberian persepuluhan dari hasil-hasil pertanian yang diperoleh seseorang adalah pembayaran pinjaman yang lazim untuk tanah-tanah yang disewakan di Eropa Barat. Gereja mengembangkan kepemilikan tanahnya melintasi Eropa; sepuluh persen dari biaya sewa tanah diberikan kepada gereja. Ini telah memberikan kepada peraturan “10% ongkos sewa tanah” sebuah makna yang baru. Ini diidentifikasikan dengan persepuluhan keimamatan Lewi. Konsekuensinya, persepuluhan Kristen sebagai sebuah adat atau kebiasaan yang didasarkan atas sebuah gabungan praktek Perjanjian Lama dan institusi dunia. Pada abad ke-delapan persepuluhan diharuskan oleh hukum dan banyak tempat di Eropa Barat.

Akhir abad ke-sepuluh pembedaan persepuluhan sebagai sebuah ongkos sewa dan sebuah persyaratan moral didukung oleh Perjanjian Lama telah dihilangkan. Persepuluhan menjadi diwajibkan ke seluruh Kekristenan Eropa.

14. Bolehkah saya memberikan persembahan rutin sebesar 10 persen setiap bulan?

Tentu saja boleh, namun dilakukan dengan sukarela. Bahkan, saudara boleh memberikan lebih dari 10 persen.

15.  Apakah ada patokan atau ketentuan berapa besar persembahan rutin yang pantas?

Tidak ada. Sesungguhnya seluruh hidup kita milik Tuhan 100 persen, termasuk kekayaan kita. Jadi, berapa yang pantas dipersembahkan kepada Tuhan, bertanyalah kepada Roh Kudus. Karena 100 persen milik Allah, maka Roh Kuduslah yang patut kita tanya.

16.  Apa kesimpulan terkait persepuluhan dari tanya jawab di atas ?

Persepuluhan, sekalipun alkitabiah, bukan Kekristenan. YESUS KRISTUS tidak menyatakan hal itu. Kekristenan abad pertama tidak melakukan hal tersebut dan selama 300 tahun umat Allah tidak mempraktekkannya. Persepuluhan tidak menjadi praktek yang diterima meluas di kalangan Kekristenan sampai abad ke-delapan. Pemberian di dalam Perjanjian Baru adalah sesuai kemampuan seseorang. Orang- orang Kristen memberikan pertolongan kepada orang-orang percaya yang lain dan juga mendukung pekerja-pekerja apostolik, mendanai perjalanan dan perintisan jemaat. Satu dari kesaksian yang paling terkenal dari gereja mula-mula adalah betapa murah hatinya orang-orang Kristen terhadap orang miskin dan orang-orang yang dalam kebutuhan. Inilah yang membuat orang-orang luar, termasuk filsuf Galen, untuk melihat hal yang mengagumkan, kekuatan yang menarik dari gereja mula-mula dan berkata: “Lihatlah mereka mengasihi satu sama lain”.

Persepuluhan hanya disebutkan 4 kali dalam Perjanjian Baru tetapi tidak satu pun dari konteks itu diaplikasikan kepada Kekristenan. Sekali lagi, persepuluhan merupakan bagian dari Perjanjian Lama dimana sistem perpajakan dibutuhkan untuk mendukung orang miskin dan dalam masa dimana sebuah keimamatan dipisahkan secara khusus untuk melayani Tuhan. Bersama dengan kedatangan YESUS KRISTUS ada sebuah “perubahan hukum”–yang tua “dibatalkan” dan menjadi usang oleh karena yang baru.

Kita semua sekarang adalah imam, bebas berfungsi di dalam rumah Allah. Hukum Taurat, keimamatan yang lama, dan persepuluhan semuanya telah disalibkan. Tidak ada lagi sekarang tirai bait Allah, pajak rumah Allah atau pun keimamatan khusus yang berdiri di antara Allah dan manusia.

Sebagian besar bersumber dari Buku “Pagan Christianity”, Frank Viola & George Barna

Advertisements
By saulrn Posted in Dosa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s