Puas dengan Tuhan YESUS

Jawab Yesus kepadanya: “Barangsiapa minum air ini, ia akan haus lagi, barangsiapa minum air yang akan Kuberikan kepadanya, ia tidak akan haus untuk selama-lamanya. Sebaliknya air yang akan Kuberikan kepadanya, akan menjadi mata air di dalam dirinya, yang terus-menerus memancar sampai kepada hidup yang kekal.” Yohanes 4;13-14

Air adalah kebutuhan vitas semua orang. Secara normal, semua orang selalu membutuhkan air. Merasa haus adalah hal normal, dan selama hidup pasti akan merasa haus. Manusia tidak dapat hidup tanpa air. Namun Tuhan Yesus punya “air” lain yang membuat manusia tidak akan haus lagi.  Sekali minum, puas selamanya. Bahkan, air itu akan menjadi mata air yang memancar.

Tuhan Yesus air hidup itu. Sekali saudara menerima Yesus, saudara akan puas dengan DIA. Saudara akan mengalami sukacita dan kebahagiaan sejati. Kepuasaan inilah yang ditawarkan Tuhan Yesus kepada perempuan Samaria dan kepada kita semua. Kepuasaan yang kita terima membuat apapaun yang ada di dunia ini tidak ada artinya lagi apabila dibandingkan kepuasaan dari Tuhan Yesus.

Orang yang belum menerima Tuhan Yesus akan terus menerus haus akan kebahagiaan dan sukacita. Mereka akan mencoba memuaskan dirinya dengan berbagai sumber di dunia ini, namun tidak akan pernah puas. Kekayaan, kekuasaan, ketenaran tidak akan pernah memuasakan manusia.  Lihatlah di sekliling kita, orang kaya akan berusaha semakin kaya, orang berkuasa ingin lebih berkuasa, mereka tidak pernah sampai kepada kebahagiaan sejati.

Ketika kita menerima kasih Tuhan Yesus, kita mengalami kebahagiaan sejati. Kita puas dengan Tuhan Yesus. Asal ada pakaian dan makanan itu sudah cukup ( I Tim 6:6 ). Apa yang ada dunia ini tidak dapat menggantikan kepuasan sejati dari Kristus Tuhan.

Kalau kita puas dengan Tuhan Yesus, maka kekayaan yang diberikan akan digunakan untuk memuaskan (menyenangkan DIA). Kalau kita puas dengan Tuhan Yesus, maka pekerjaan akan menjadi sarana menyenangkan DIA. Kalau kita puas dengan Tuhan Yesus, maka pelayanan akan menjadi sarana memuaskan DIA.

 

Iklan

Komentar ditutup.

Blog di WordPress.com.

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: