Allah menjawab berlimpah

Now to Him Who, by (in consequence of) the [action of His] power that is at work within us, is able to [carry out His purpose and] do superabundantly, far over and above all that we [dare] ask or think [infinitely beyond our highest prayers, desires, thoughts, hopes, or dreams. Ephesian 3:20 AMP

Sekarang bagi Dia yang, oleh (sebagai akibat dari) kekuatan [perbuatan-Nya] yang bekerja dalam diri kita, sanggup [melaksanakan tujuan-Nya dan] melakukan dengan berlimpah-limpah, jauh melebihi dan di atas semua yang kita [berani] minta atau pikirkan [jauh melampaui doa, keinginan, pikiran, harapan, atau impian tertinggi] – Efesus 3:20

Ada hal yang menarik dari ayat di atas. Pertama, Allah bukan hanya menjawab doa kita saja, tetapi juga menjawab apa yang tidak kita doakan, yaitu; keinginan, pikiran, harapan atau impian kita. Tidak semua keinginan, kebutuhan, pikiran, harapan dan impian kita ucapkan dalam doa-doa kita. Entah karena kita tidak berani menyampaikannya kepada Tuhan, atau merasa itu hal yang sangat sulit terwujud, atau juga merasa hal itu terlalu sederhana.

Kasih karunia-Nya sungguh berlimpah. Dia peduli dengan keinginan, mimpi dan harapan kita yang tersembunyi sekalipun. Dia rindu untuk mewujudkannya. Apakah saudara percaya? Percaya adalah awal dari terwujudnya janji firman Tuhan tersebut.

Kedua, Allah menjawab melampaui dari target yang kita doakan, impikan, harapkan. Dia Allah yang selalu memberi lebih dari yang kita minta. Dia Allah yang menjawab dengan selalu berlimpah.

Ketika kita membangun keintiman dengan Allah melalui Roh kudus, maka pikiran, keinginan dan mimpi kita mulai dipengaruhi oleh Allah. Dia mulai menanamkan benih-benih keinginan-Nya, rancangan-Nya, tugas-Nya, dan hati-Nya sendiri.

Allah ingin tujuan-Nya dalam hidup kita tergenapi, dan Dia dengan segala kuasa-Nya akan bekerja dalam kita dan melalui kita.

Allah adalah Allah yang berlimpah, Dia selalu ingin menjawab kita dengan berlimpah pula

Mendengar suara Tuhan

“Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah.” Matius 4:4

Dengan tegas Tuhan Yesus mengajarkan bahwa kehidupan yang normal itu bukan dari makanan saja ! Bukan hanya makanan dan minuman !. Kehidupan yang normal itu adalah kalau kita makan & minum dan juga  mendengar suara Tuhan. Dalam Yohanes 10:27 di jelaskan  Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku dan Aku mengenal mereka dan mereka mengikut Aku. Setiap domba mendengar suara gembalanya. Anak-anak Tuhan yang mengikuti Tuhan seharusnya mendengar suara Tuhan. Bagimana mau mengikut Tuhan kalau tidak dapat mendengar suara-Nya ? Tuhan Yesus adalah Firman yang Hidup, Roti dari sorga. DIA selalu berbicara kepada umat-Nya melalui Roh kudus. Sampai hari ini, DIA terus berbicara menuntun domba-domba-Nya. Apakah kita mendengar suara-Nya ? 

Continue reading “Mendengar suara Tuhan”

Excellent Creativities & Integrity

Kotbah pada acara Aeropagus Network tanggal 25 September 2018 di Jakarta Design Center. Secara umum berisi konsep bagaimana memiliki hikmat sorgawi untuk memberkati market place (7 mountains). Selamat menikmati. Grace to you

Bahagia, memiliki persekutuan dengan Tuhan Yesus

Allah yang memanggil kamu kepada persekutuan dengan Anak-Nya  Yesus Kristus, Tuhan kita, adalah setia. I Koritus 1:9

Dosa memisahkan manusia dengan pencipta-Nya. Inilah akar penyebab manusia tidak bahagia. Selama manusia tidak memiliki persekutuan dengan Tuhan Yesus, maka selama-lamanya tidak akan pernah berbahagia, bahkan sampai pada kekekalan. Manusia diciptakan Allah untuk hidup dalam hadirat-Nya dan bersekutu dengan Dia. Lihatlah Adam dan Hawa di taman Eden, mereka dapat berkomunikasi dengan Allah, bahkan mereka dapat mendengar langkah kaki Allah. Itulah esensi manusia diciptakan Allah; bersekutu dengan Dia, dan dalam persekutuan itu manusia diberikan mandat untuk mengelola dan memelihara bumi. Jadi, dalam rencana Allah, manusia menguasai bumi dalam persekutuan dengan DIA, bukan dilakukan sendiri.

Ketika manusia karena dosa kehilangan persekutuan dengan Allah, maka dia mulai dikejar ketakutan akan maut (Bdk Ibrani 2:15), kehilangan kebahagiaan. Keberadaan sebagai orang berdosa diwarisi karena dosa Adam harus diselesaikan. Sama seperti Adam menerima pembenaran dengan menerima pakaian dari kulit binatang, kita juga harus menerima pembenaran Allah setelah menerima pengampunan dosa melalui karya salib Kristus; darah yang tertumpah.  Lihat 2 Korintus 5:21 (BIS) “Kristus tidak berdosa, tetapi Allah membuat Dia menanggung dosa kita, supaya kita berbaik kembali dengan Allah karena bersatu dengan Kristus.”  Hubungan kita dengan Allah pulih ketika kita bersatu dengan Kristus. Kita bersatu dengan Kristus setelah percaya kepada pengorbanan Dia di kayu salib; percaya kepada kuasa  pengampunan dalam darah Yesus.

Continue reading “Bahagia, memiliki persekutuan dengan Tuhan Yesus”

Ranting tidak berbuah dipotong ?

“Akulah pokok anggur yang benar dan Bapa-Kulah pengusahanya. Setiap ranting pada-Ku yang tidak berbuah, dipotong-Nya dan setiap ranting yang berbuah, dibersihkan-Nya, supaya ia lebih banyak berbuah. Yohanes 15:1-2

Banyak anak Tuhan yang takut suatu saat “DIPOTONG” oleh Tuhan karena tidak berbuah. Ketakutan dapat menimbukan motivasi; untuk berusaha supaya berbuah; tetapi ketakutan juga sering membuat orang tertekan. Apakah mungkin Allah akan memotong dan membuang anak-anak-Nya ? Tentu tidak. Allah tidak mungkin membuang anak-anak-Nya karena mereka tidak berbuah. Sejahat apapun anak-anak-Nya, DIA tidak akan pernah memotong dan membuang mereka.  Seorang bapa di bumi, mungkin saja menghukum anaknya yang jahat dan memasukkan anaknya tersebut ke penjara, kemudian mengumumkan bahwa dia sudah tidak punya anak, tetapi itu tidak mungkin terjadi dengan Bapa di sorga.

Apakah ayat tersebut keliru ? Tidak, hanya proses penterjemahan ke bahasa indonesia kurang akurat. Mari kita lihat versi bahasa inggris (KJV) : Every branch in me that beareth not fruit he taketh away: ..Taketh away  adalah terjemahan dari bahasa Yunani airo yang memiliki arti to raise up, elevate, lift up (Strong).  Jadi seharusnya  diterjemahkan bukan dipotong-Nya, tetapi lebih tepat diangkat-Nya.

Continue reading “Ranting tidak berbuah dipotong ?”

Blog di WordPress.com.

Atas ↑