Tanya Jawab Serputar Persepuluhan

  1. Apakah persepuluhan alkitabiah (sesuai firman Tuhan dalam Alkitab) ?

Ya, Alkitab mencatat tentang persepuluhan, tetapi tidak semua yang tercatat dalam akitab berlaku untuk kita. Misalnya tentang kewajiban  mempersembahkan korban, sudah tidak berlaku lagi. Termasuk kewajiban persepuluhan sudah tidak berlaku bagi orang-orang yang hidup dalam perjanjian baru.

  1. Apakah persepuluhan berlaku juga untuk orang-orang Kirsten ?

Tidak. Persepuluhan secara spesifik hanya berlaku untuk orang-orang Israel (dibawah hukum taurat). Tuhan yang memerintahkan orang Israel untuk memberikan persepuluhan.

Continue reading

Advertisements
By saulrn Posted in Dosa

Perjanjian Berkat

Mefiboset dan Perjanjian

Ada satu kisah yang sangat menarik dari Alkitab, tentang seseorang yang puluhan tahun hidup dalam kemiskinan dan ketakutan. Orang ini sangat miskin dan hidup senantiasa dalam intimidasi. Penyebabnya sederhana,  karena orang itu tidak tahu ada sebuah perjanjian ;  “Perjanjian Berkat”. Puluhan tahun dia tidak dapat menikmati warisannya sebagai seorang pangeran sebuah kerajaan yang  sangat besar. Sungguh sangat menyedihkan.

Nama orang ini adalah Mefiboset, yang artinya “membasmi berhala”. Mefiboset adalah anak Yonatan, yang berarti pula dia adalah cucu Saul, Raja pertama bangsa Israel. Nama Mefiboset sesungguhnya nama yang luar biasa. Nama orang di dalam alkitab, selalu memiliki maksud ilahi. Yonatan sang ayah merindukan anaknya ini akan menjadi pribadi yang memuliakan Allah dengan cara membasmi berhala. Keadaan berbicara lain. Mefiboset terbuang di tanah Lodebar, menjadi sangat miskin dan tidak berdaya. Bagaimana mungkin dia membasmi berhala ? Mefiboset, selain miskin juga cacat, timpang kedua belah kakinya. Bagaimana mungkin dia akan memenuhi panggilan hidupnya sebagai “pembasmi berhala ?”

Salah satu pembasmi berhala yang dicatat alkitab adalah Gideon. Dia seorang pahlawan yang dipakai untuk mengalahkan bangsa Midian hanya dengan 300 orang. Gideon seorang yang perkasa. Arti nama Gideon adalah “Seseorang yang menghacurkan dengan cara menebang” Sebelum dia memulai pelayanannya yang luar biasa itu, Gideon menebang mezbah baal di tanah Israel. Kebangunan Rohani dimulai, ketika mezbah berhala  di hancurkan. Jadi, bisa dibayangkan Mefiboset orang timpang itu, menyandang nama besar seperti Gideon, tetapi hidup terpuruk sebagai seorang pecundang seumur hidupnya. Bagaimana mungkin dia bisa membawa sebuah kebangunan rohani, seperti yang dirindukan sang ayah?

Lo-debar, artinya daerah yang tidak ada pada rumputnya. Kalau disimpulkan dengan satu kata, “Gersang”. Disanalah Mefiboset tinggal sejak masa kecilnya sampai kemudian memiliki seorang anak yang kurus. Terpisah jauh, dari tempat yang menjadi haknya. Lo-debar, bukanlah tempat tinggal favorit. Tidak ada padang rumput, berarti sumber air tidak memadai. Berarti pula daerah yang membutuhkan kerja sangat keras untuk bertahan hidup disana.

Continue reading

By saulrn Posted in Dosa

Perjamuan Kudus

Kesaksian Kuasa Perjamuam Kudus

Mengawali artikel ini, saya menuliskan kesaksian singkat tentang kuasa perjamuan kudus yang terjadi beberapa tahun lalu. Seorang rekan kerja, sepulang dari pelayanan di luar kota, tiba-tiba mengalami kelemahan tubuh. Secara fisik sangat lemah, kesulitan berbicara seperti orang tercekik. Dia tidak bisa makan dan minum. Tubuhnya semakin lemah. Rekan ini kemudian di bawa ke rumah sakit. Setelah dicek ternyata seluruh fungsi tubuhnya normal, akhirnya teman-teman pelayanan sepakat membawa ke rumah saya. Di rumah teman-teman pelayanan mulai mendoakan, namun belum ada perubahan yang berarti.

Saya memutuskan untuk pulang kantor lebih awal, untuk melihat kondisi dan membantu melayani rekan yang sakit ini. Dalam perjalan pulang, tiba-tiba muncul pikiran untuk melakukan perjamuan kudus.  Waktu itu saya ragu, apakah ini pikiran saya  atau inspirasi Roh Kudus. Ide ini saya lewatkan begitu saja. Saya sebelumnya tidak terlalu mengerti apa hubungannya sakit dengan perjamuan kudus.

Di rumah bersama teman-teman pelayanan kami mulai mendoakan kembali rekan yang sakit. Semua upaya dilakukan, mulai dengan pujian, penyembahan, bahasa Roh, ditengking dan doa-doa. Tidak ada perubahan. Tetap sakit. Dalam  pikiran saya  muncul ide lagi, buat perjamuan kudus. Tetapi saya tetap tidak yakin. Sebelumnya belum pernah melakukan perjamuan untuk orang sakit. Dalam budaya beberapa gereja, perjamuan bagi orang sakit dilakukan bila sudah ada tanda-tanda bahwa orang itu akan meninggal. Jadi, ide melakukan perjamuan pada orang sakit tidak saya responi.

Continue reading

By saulrn Posted in Dosa