Father’s Effect

Bapa kami yang di sorga…..

Apakah pengaruh Jokowi kepada anak-anaknya setelah setelah beliau menjadi presiden Republik Indonesia ? Tentu saja  sangat banyak. Diantaranya; mereka mendapat penghormatan karena menjadi anak Presiden,  mereka juga mendapat berbagai kemudahan (walaupun tidak digunakan),  mereka mendapat penjagaan pasukan pengamanan Presiden (Paspampres),  mereka mendapat fasilitas kepresidenan, dan banyak lainnya.

Presiden Jokowi memberikan effect (pengaruh) bukan hanya pada partai penyokong, perekonomian Indonesia, politik Indonesia tetapi juga kepada anak-anaknya. Mau tidak mau, anak-anak Jokowi akan mendapat pengaruh baik dari segi penghormatan sosial, keamanan, ekonomi dan kemudahan lainnya.

Minggu ini saya belajar Father’s Effect (pengaruh Bapa di sorga) di dalam hidup saya. Sekecil apapun level percaya saya kepada Bapa di sorga, pasti ada pengaruh Bapa terhadap kehidupan saya. Sebagai anak Bapa, maka saya mendapat perlindungan malaikat-malaikatnya setiap saat. Sebagai anak Bapa, saya juga mendapat akses kepada kekayaan Bapa, diberkati senantiasa. Sebagai anak Bapa, saya juga mendapat kemuliaan.

Ketika kita memanggil Allah dengan panggilan “Bapaku”,  sesungguhnya kita sedang mendeklarasikan bahwa kita anak-Nya yang berhak menerima segala yang baik karena DIA adalah Raja segala raja, Presiden segala presiden.  Kita harus belajar mengubah cara berpikir (mental) kita, dari mental seorang hamba menjadi mental anak. Bukan seperti anak sulung yang bermental hamba atau anak bungsu yang bermental anak gampangan seperti dicatat dalam perikop anak yang hilang (Lukas 15). Kita harus memiliki mentalitas anak terkasih Bapa, seperti Tuhan Yesus.

Menjadi anak Bapa di sorga, berarti senantiasa akan mengalami pengaruh dari Bapa….indah sekali

Sekali anak, tetap anak

dan Aku memberikan hidup yang kekal kepada mereka dan mereka pasti tidak akan binasa sampai selama-lamanya dan seorangpun tidak akan merebut mereka dari tangan-Ku. Bapa-Ku, yang memberikan mereka kepada-Ku, lebih besar dari pada siapapun, dan seorangpun tidak dapat merebut mereka dari tangan Bapa. Yohanes 10:28-29

Minimal ada 2 pandangan umum tentang keselamatan. pandangan pertama, mengatakan bahwa keselamatan itu dapat saja hilang (kemurtadan), pandangan kedua mengatakan keselamatan itu bersifat kekal.

Mereka yang berpandangan keselamatan dapat hilang mengacu pada beberapa penafsiran ayat-ayat Alkitab, dan diantaranya dari Ibrani dan Wahyu. Salah satu ayat yang diacu biasanya Ibrani 6:6. Namun kalau kalau membaca perkataan Tuhan Yesus dalam Yohanes 10:28-29 sepertinya bertentangan. Dalam ayat tersebut dengan gamblang Tuhan Yesus menyatakan dua hal penting tentang keselamatan : 1. tidak akan binasa selamanya 2. tidak ada yang dapat merebut dari tangan Bapa. Saya yakin alkitab tidak mungkin bertentangan. Yang mungkin terjadi adalah kekeliruan dalam menafsirkan.

Continue reading “Sekali anak, tetap anak”

Puas dengan Tuhan YESUS

Jawab Yesus kepadanya: “Barangsiapa minum air ini, ia akan haus lagi, barangsiapa minum air yang akan Kuberikan kepadanya, ia tidak akan haus untuk selama-lamanya. Sebaliknya air yang akan Kuberikan kepadanya, akan menjadi mata air di dalam dirinya, yang terus-menerus memancar sampai kepada hidup yang kekal.” Yohanes 4;13-14

Air adalah kebutuhan vitas semua orang. Secara normal, semua orang selalu membutuhkan air. Merasa haus adalah hal normal, dan selama hidup pasti akan merasa haus. Manusia tidak dapat hidup tanpa air. Namun Tuhan Yesus punya “air” lain yang membuat manusia tidak akan haus lagi.  Sekali minum, puas selamanya. Bahkan, air itu akan menjadi mata air yang memancar.

Tuhan Yesus air hidup itu. Sekali saudara menerima Yesus, saudara akan puas dengan DIA. Saudara akan mengalami sukacita dan kebahagiaan sejati. Kepuasaan inilah yang ditawarkan Tuhan Yesus kepada perempuan Samaria dan kepada kita semua. Kepuasaan yang kita terima membuat apapaun yang ada di dunia ini tidak ada artinya lagi apabila dibandingkan kepuasaan dari Tuhan Yesus.

Continue reading “Puas dengan Tuhan YESUS”

Kasih Allah

 

Orang yang duduk dalam lindungan Yang Mahatinggi dan bermalam dalam naungan Yang Mahakuasa akan berkata kepada TUHAN: “Tempat perlindunganku dan kubu pertahananku, Allahku, yang kupercayai.” Mazmur 91:1-2

Suatu malam saya bermimpi buruk, dalam mimpi itu saya melihat anak-anak kecelakaan tanpa  bisa menolong mereka. Saya bangun dengan gelisah dan kuatir. Saya mulai memikirkan anak-anak dengan rasa kuatir. Saya sangat mengasihi mereka, tetapi tidak bisa menjagai mereka. Dan memang kita tidak mungkin menjagai anak-anak kita terus menerus. Kita mengasihi, tetapi kemampuan sangat terbatas, dibatasi oleh waktu, jarak dan kekuatan (kuasa) dll.

Continue reading “Kasih Allah”

Ibadah Disertai Rasa Cukup

“Memang ibadah itu kalau disertai rasa cukup, memberi keuntungan besar” I Timotius 1:6

“Asal ada makanan dan pakaian, cukuplah. I Timotius 6: 8

Kehadiran orang-orang dalam sebuah ibadah atau pelayanan secara fisik mungkin sama, tetapi motivasi siapa yang tahu.  Mungkin sama-sama semangat dan berapi-api, tetapi hati orang siapa yang tahu. Ada dua golongan orang yang beribadah; pertama, mereka yang beribadah/melayani karena merasa sudah diberkati Tuhan. Kedua, mereka yang beribadah/melayani untuk mencari berkat Tuhan.

Continue reading “Ibadah Disertai Rasa Cukup”

Mengenal Allah

 

Dalam blog saya sebelumnya kita sudah belajar bahwa hidup kekal itu diperoleh ketika seseorang MENGENAL  Allah (bukan hanya mengetahui). Walaupun secara umum pengenalan dimulai dari pengetahuan.

Mengenal (Ginosko, Yunani) memiliki arti yang sangat dalam. Bukan pertemuan sekilas. Bukan juga hubungan yang biasa. Mengenal adalah hubungan yang diikat atau dipersatukan oleh sebuah perjanjian dan dimeteraikan atau disahkan oleh otoritas. Mirip dengan sebuah pernikahan. Jadi, mengenal itu bukan ketemu sejenak kemudian berpisah. Mengenal adalah ikatan selamanya. Sama seperti suami istri menjadi satu.

Continue reading “Mengenal Allah”

Blog di WordPress.com.

Atas ↑